Pages

Monday, 22 September 2014

OSPEK II


Selasa, 16 September 2014

Dingin terasa menusuk tulang. Tidur kurang tenang karena aku orangnya emang nggak begitu kuat sama dingin. Barengan mbak Buy juga udah bangun. Kebetulan, minta anterin ke kamar mandi. Pagi itu masih pkl 04.00, karena sama-sama ngerasa kedinginan, aku sama mbak Buy memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar area perkemahan. Olahraga dikit biar tubuhnya angetan.Setelah masuk waktu subuh, kami sholat. Lanjut aktivitas senam pagi biar nggak kedinginan (lagi).

Seusai sarapan panitia segera mempersiapkan peralatan untuk penjelajahan. Sebenernya aku kebagian jaga di pos 5, pos terakhir yang tempatnya di buper. Tapi berhubung Odi’ kurang tidur selama 2 hari terakhir,ya aku gantiin aja. Jadi aku jaga di pos 2 barengan sama Mu’in sama Mas Aw. Kita nyantai sih jaganya disana. Nggak butuh tenaga banyak. Yaudahsi dinikmati aja :D

Siang hari setelah sholat dhuhur, kami para panitia cewe memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitaran dermaga. Sedikit refreshing. Di tengah jalan, eh pak ketua sama rambo ikutan nyusul. Aku dan pak ketua telah mencium bau-bau permodusan di sana. Sumpah, lucu banget liat tingkah laku orang yang sedang jatuh cinta. Aku inget kata-kata pak ketua kala itu:

 “Orang bisa ngelakuin hal bodoh atau konyol di depan orang yang disayanginya”

Bodoh, aku bisa melihatnya. Walaupun mengelak, tapi tatapan mata abangku satu ini nggak bisa bohong.

Sore hari aktivitas dimulai lagi. Yakni games hulahup dan rumput bergoyang. Tapi pas di tengah permainan ada peserta yang nggak enak badan. Setelah beli obat sesuai permintaan di puskesmas terdekat, trus tak tungguin dia istirahat. Sambil liat anak-anak yang lagi ngegames. Rasanya bahagia banget liat tawa lepas mereka; orang-orang yang kusayangi walau dari jauh. Terkadang, bahagia itu sederhana tapi mewah rasanya :’)

Malam hari, agenda kami adalah api unggun dan pensi. Aku nggak ikut terjun di lapangan, karena ngejaga peserta cewe yang sedang sakit di tenda. Dari sini bahagia itu benar-benar terasa. Aku memiliki mereka yang begitu membanggakan. Satu tim yang hebat.
Dalam sesi api unggun malam itu ada pelangi romantika yang mewarnai kegelapan bumi perkemahan tempat kita ospek. Berkali-kali abang rambo memperlihatkan kefrontalan demi kefrontalan yang tanpa sadar aku perhatikan dari atas, begitupun dengan pak ketua. Asli, malam itu aku sudah greget pengen ngorek semua fakta yang terjadi. Meskipun berkali-kali mengelak, tapi pada akhirnya umpanku dimakan juga. Satu kalimat dari pesannya yang buatku ngerasa speechless. Si abang rambo bilang gini:

“Sinar mentari pagi memang hangat dan indah, tapi terlalu menyilaukan.”

Ahzeeeg abang Rambo jatuh cinta~
Asli. Kode banget ini mah. Sebagai sahabat aku sama pak ketua bisa apa atuh selain mendoakan yang terbaik untuknya. *Terharu* Turut berbahagia woy! :’)

Kalo aku? Adalah pasti kisah yang istimewa. Tapi nggak usah diceritain di sini. Nggak lulus sensor soalnya :p muehehehe.

Setelah pensi selesai, aku turun nyamperin anak-anak yang lain. Ikut menghangatkan diri di deket bara api unggun. Tak berapa lama, aku ngerasa nggak enak badan. Bukan, bukan sakit. Aku tahu banget. Rasanya nggak nyaman. Kayak ada yang bukan aku di dalam diriku. Aku minta Siblo buat nemenin aku nemui mas Aris yang kebetulan sedang berkunjung di sana.
Aku bilang aja ngga enak badan. Mas Aris pasti udah tau maksudku. Setelah merasa baikan aku kembali ke tenda panitia cewe. Di sana malah ngga bisa tidur, nggak tau kenapa. Rasanya nggak nyaman. Aku kembali  menemui mas Aris. Dan aku memutuskan untuk nggak tidur di tenda. Jadilah semalam aku tidur di luar sama anak-anak yang lagi jaga. Semakin malam, fisikku semakin drop. Dingin banget. Antara sadar dan nggak sadar. Temen-temen yang jaga ngerelain jaket, sweater, sarung, apapun yang mereka punya untuk melindungiku yang sedang kedinginan hebat.
Makasih banyak Mas Aw, Jaff, Bodong, Umar, Pras, Kamal, udah bikin nyaman dan melindungiku. Maapin aku yang rewel, kebanyakan maunya :((

Karena agenda selanjutnya adalah renungan, maka sama anak-anak aku dipindahin di tenda panitia cowo. Jadilah aku tidur sendirian di sana. Eh, nggak nding. Ada Kitrek yang katanya lagi nggak enak badan. Yaudahsi, sama-sama lagi nggak fit, kita tiduran aja.
Sebenernya, di sana pun tidurku kurang nyenyak. Entahlah, masih kebawa sama yang semalem.

OSPEK I



Senin, 15 September 2014

Hari pertama OSPEK. Hari eksekusi kegiatan yang telah dipersiapkan berbulan-bulan yang lalu oleh panitia. Hari pembuktian dari rencana-rencana hebat yang telah dibuat sebelumnya.

Pagi harinya acara ospek berlangsung di kampus AKN Ponorogo. Dengan agenda materi jurusan. Di sini aku kebagian mengisi materi di jurusanku, mekatronika. Bersama dengan Bams dan dibantu dengan pak Ketua. Maba mekatron tahun ini udah kelihatan greget.Gak tau kenapa, asik anak-anaknya. Jadi gampang nyambung sama seniornya. Seperti mahasiswa mekatron biasanya, mereka kagak neko-neko. Apa adanya, tapi istimewa, jempolan dah. Bangga banget punya junior meka yang keren-keren kek mereka :)

Iyalah keren, liat dulu dong seniornya... bwahahahaha #KetawaSongong XD

Setelah ishoma, sekitar pkl 13.00 kegiatan dilanjutkan dengan persiapan menuju lokasi perkemahan. Dimana??? Yak... di Tempat Wisata Telaga Ngebel.
Bukan... bukaaan, bukan di telaganya. 

Trus dimananya telaga kak? Aduh, pertanyaan sulit ini. Ada phone a friend gak nih, mau nanya temen dulu :| #Plakkk

Pokoknya kita bikin kemah di lapangan kecil atasnya lapangan utama deket dermaga. Kenapa nggak di lapangan utamanya? Ini karena pertimbangan keamanan dari pak ketua.
Okesip, sekitar pkl 16.00 tenda sudah berdiri kokoh. Tinggal beberes, mandi, sholat ashar. Agenda malam hari setelah ishoma adalah bikin kelompok-kelompok, yel-yel, perkenalan panitia. Acaranya masih nyantai. Maka dari itu panitia nggak semuanya kebagian tugas. Mumpung mushola malam itu sepi, mbak Buy ngajak sholat isya’ dulu. Tancap!

Agenda malam pertama telah selesai. Peserta segera tidur, begitupun dengan panitia perempuan. Tapi, untuk panitia laki-laki sebagian harus terjaga. Bergiliran merangkap jadi seksi keamanan. Memang, mereka adalah laki-laki terpilih. Udah ketahuan gimana sikapnya kalau dihadapkan dengan tanggung jawab. Bangga bisa bekerja sama dengan mereka :’)
Sebelum memejam, doa pun terpanjat untuk kelancaran kegiatan pagi hari nanti.

P.S. : Terima kasih untuk 4 raka’atnya, Tuan. Kau tahu, aku tak henti mengucap syukur atas bahagia yang bersemayam di hati setelah malam itu. Semoga, bahagiaku tak sendiri :)

PRA OSPEK

Rencananya postingan OSPEK ini nanti bakal tak jadiin postingan sekuel. Kenapa? Karena teralu banyak cerita yang bakal aku share soal pengalaman selama agenda ospek yang nggak mungkin aku jadiin satu postingan. Sebnernya ceritanya lebih ke curhat sih :p
Oke saya mulai..



Sabtu, 13 September 2014

2 hari sebelum OSPEK. Panitia kumpul dalam rangka pra ospek dan persiapan akhir kegiatan ospek. Seusai sholat dhuhur, aku, Amak, sama Siblo istirahat sambil nyari angin di belakang kantor BAAK. Maklum, temu kangen karena Amak baru pulang dari Bekasi setelah sekian lama meninggalkan kami sehabis pulkam.
Dalam suasana penuh semilir angin yang membuai aku memulai percakapan,

“Gak krasa ya, udah setahun aja kita di sini”

Siblo menanggapi “Rasanya kek baru kemarin kita kenal.  Rasanya baru kemarin kita diospekin”

Lalu semuanya diam, pikiran melancong jauh pada potret setahun silam. Dimana kampus AKN Ponorogo mempertemukan tiga orang yang – aku bisa bilang punya chemistry satu sama lain; sebut saja kami bersahabat.

“Aku bersyukur banget dikasih sahabat seperti kalian sama Tuhan. Lebih bersyukur lagi punya kalian yang selalu ngingetin aku sama kebaikan. Terima kasih ya”, kataku.

 “Sahabat itu memang harus saling mengingatkan”, jawab Amak sambil tersenyum.

Setelah curhat curhat serius, si Amak yang emang usil tiba-tiba nyeletuk

“Siapa yang dulu ngefans sama senior hayo..”

Aku sama Amak kompakan nengok ke Siblo dengan pandangan nakal.
Dan misi kita berhasil. Dia merasa terpojokkan dan salah tingkah.

“Hehh.. Itu dulu ya, dulu. Dulu itu kelihatannya waw. Ternyata..... Ahsudahlah. Sekarang kan aku udah ada Rizki” bantahnya. Menciptakan “cie” panjang dariku dan Amak.

Kita ngakak abis-abisan liat tingkah laku Siblo yang memang lucu gegara salah tingkah.
Nggak terima diketawain, Siblo pun membalas, “Halah, kamu juga mak. Cinlok gegara diboncengin sama senior.”

Kelakuan Amak sungguh sangat patut untuk ditertawakan. Nggak terima juga Amak nyeletuk “Heh, apa kamu ketawa? Kamu juga deket ama senior gegara dibonceng kan?”

#Jedddaaarrr aku kena batunya. “Kita kok samaan gini ya. Punya moodbooster senior tapi nggak jelas semua.”, kataku. 

Kita ketawa kenceng. Serasa pengen ngeluarin semua emosi yang terpendam saat itu.

“Maklum, kita dulu kan masih polos. Masih polos.”, katanya sambil menggaris bawahi kalimat terakhir.

“Biar semua php php-an dari mereka menguap lewat udara yang kita keluarkan dari tertawa ini”, kataku.

Ketawa lagi. Dan makin kenceng. Tiba-tiba pak ketua muncul dari balik tembok dan mengagetkan kami bertiga. Spontan menjerit bersamaan. Kaget? Yaiyalah, pasti.
Dengan sisa-sisa tawa kita memutuskan untuk masuk ke dalam kantor dan menyudahi sesi gila-gilaan, dan refreshing sebelum kegiatan ospek berlangsung. Juga nggak pengen pak ketua mendengar lebih lanjut perbincangan absurd kami tadi.

Jadi, tertawalah sebelum tertawa itu dilarang teman-teman :D

Saturday, 6 September 2014

Izinkan Aku Jatuh Cinta (lagi)


Izinkan aku jatuh cinta (lagi),
Pada rangkaian logika gerbang dasar beserta segala simbol dan bilangan di dalamnya
Bilangan Desimal, Biner, Octal, Hexadesimal, Binery Code Desimal, apapun mereka
Dari Dot Matriks sampai Seven Segment Common Anoda maupun Common Katoda
Juga dengan Flip Flop, Register, Counter, dan Arithmetic Logic Unit yang membahana

Izinkan aku jatuh cinta (lagi),
Pada katup-katup, selang udara, kompressor, dan rangkaian berbasis logika
Akan kuhaturkan rinduku yang mendalam pada Pneumatik yang (pernah) terlupa
Dari pelbagai jenis sinyal masukan dan berakhir pada silinder tunggal maupun ganda

Izinkan aku jatuh cinta (lagi),
Pada Programmable Logic Controller beserta seluruh komponen dan bahasa programnya
Praktikum rangkaian yang terprogram menggunakan timer, counter, dan sejenisnya
Penghitungan pulsa diagram dengan sinyal seterusnya maupun sementara
Kabel jumper, motor DC, PLC, PC dan Pikiran yang terintegrasi sepenuhnya

Izinkan aku jatuh cinta (lagi),
Pada panel-panel yang berjajar rapi dan suasana panas kala waktu istirahat tiba
Pikiran dan tubuh hanya terpusat pada kabel-kabel rangkaian listrik semata
Lelah hanya akan terbayar lunas dengan job yang berhasil bekerja
Obeng, AVO meter, Tang Pemotong, Tang Pembentuk adalah sahabat setia

Izinkan aku jatuh cinta (lagi),
Pada papan PCB berisi jalur-jalur rahasia yang berserakan di atas meja kerja
Deritan mata bor yang sedang mengecup manja papan kayu sebagai alasnya
Pada bahagianya solder yang berhasil meluluh-lantakkan timah yang memang mudah digoda
Dan aku adalah dalang dari segala kekacauan yang mendera seluruh penghuni bengkel di sana

Maafkan aku yang pernah meninggalkanmu tanpa kata
Kini kusadari ada kerinduan ketika kita tak lagi jumpa
Takkan kubiarkan penyesalanku selamanya tepelihara
Seperti saat pertemuan pertama kita; kau tetap memesona


Maka izinkan aku jatuh cinta (lagi)
padamu...

Elektronika :3

Thursday, 4 September 2014

Lima Setimeter



Kisah ini dimulai ketika lima anak manusia disatukan dengan jiwa yang sejalan #halah
Kenapa harus lima sentimeter? Karena persahabatan ini memang terinspirasi dengan novel 5cm. karya Donny Dhirgantoro yang difilmkan pada tahun 2012 kemarin.

Berawal dari gerombolan temen sejurusan yang demen ngobrol bareng, gampang nyambung, ngopi bareng, akhirnya kita bersatu dan melawan kejahatan yang merajalela di luar sana (yakeleuus power rangers). Pokoknya kita jadi sehati aja. Menghargai apa yang jadi kegemaran masing-masing. Saling tukar pikiran. Pokok nggak ngomongin kejelekan orang aja, kitanya nyaman-nyaman aja selama ini.

Gerombolan kami dihuni oleh Pak Totok sebagai kapten, ada Mas Bambang yang badannya gede sebagai bodyguard, Daul sebagai kasur air berjalannya kita, dan Priyan yang ngebet pengen jadi kek Juple. Ini kumpulan orang saklek, ketawa ketiwi kesana kemari, gimana bahagianya kita pas ngumpul aja :D

Di sini kita punya prinsip kalo persahabatan lebih berharga dari apapun. Jadi, nggak disarankan untuk saling jatuh cinta, apalagi pacaran. Bagi kita hal-hal seperti itu yang nantinya jadi perusak harmonisnya persahabatan.

Mereka adalah orang-orang baik, tak segan saling menegur kalo dari kita ada yang berbuat salah. Suka nyindir-nyindir kalo yang ditegur emang susah benget dikasih tau. Saling mengingatkan dalam kebaikan, demen share pengetahuan. Ini yang aku suka dari mereka. Kayaknya aku mulai sayang deh #ceileeh #sayang :v
Ehtapi bener lo. Pernah kejadian waktu renungan di LMT (Life Management Trainning), aku nangis gak ketulung karena aku takut banget kehilangan mereka :’)
Aaaaaa.. emang dasar akunya aja yang cengeng. Tapi kan, karena aku sayang banget sama mereka.

Persahabatan ini sederhana, tapi efeknya, bagiku sungguh luar biasa. Dari sini aku bisa belajar menjadi orang yang lebih baik lagi, menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, menjadi orang yang bisa menghargai pendapat oang lain (maklum, aku kan orangnya suka ngeyel kalo ada pendapat orang yang beda dariku -_-).
 Dari persahabatan ini aku juga belajar arti perpisahan. Akhir-akhir ini kita jarang ketemu ndut. Dan ternyata dia udah daftar di kampus lain. Ini nih bedanya, kalo Ian kan nggak jadi ke Manchester karena ia cinta Indonesia,tapi Ian yang ini malah pergi ninggalin kita :(
Yaaah.. ilang deh kasur air berjalan kita. Bakal kangen, pastinya. Ada yang kurang kalo anak-anak lagi ngumpul bareng.

“Mungkin itu jalan pilihannya. Kita saling mendoakan aja. Ntar ketemu kalo semua udah sukses”, kata kapten menenangkan.

Stay positive dan terus menyebarkan kebaikan, semoga nggak ada hal yang sia-sia dalam perjuangan kita mempertahankan persahabatan ini.

Saturday, 30 August 2014

PENGERTIAN PNEUMATIK

http://www.pneumaticparts.com/images/cylinder.gif   Pneumatik merupakan teori atau pengetahuan tentang udara yang bergerak, keadaan-keadaan keseimbangan udara dan syarat-syarat keseimbangan. Perkataan pneumatik berasal bahasa Yunani “ pneuma “ yang berarti “napas” atau “udara”. Jadi pneumatik berarti terisi udara atau digerakkan oleh udara mampat. Pneumatik merupakan cabang teori aliran atau mekanika fluida dan tidak hanya meliputi penelitian aliran-aliran udara melalui suatu sistem saluran, yang terdiri atas pipa-pipa, selang-selang, gawai dan sebagainya, tetapi juga aksi dan penggunaan udara mampat.

Pneumatik menggunakan hukum-hukum aeromekanika, yang menentukan keadaan keseimbangan gas dan uap (khususnya udara atmosfir) dengan adanya gaya-gaya luar (aerostatika) dan teori aliran (aerodinamika). Pneumatik dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanik dimana udara memindahkan suatu gaya atau gerakan. Jadi pneumatik meliputi semua komponen mesin atau peralatan, dalam mana terjadi proses-proses pneumatik. Dalam bidang kejuruan teknik pneumatik dalam pengertian yang lebih sempit lagi adalah teknik udara mampat (udara bertekanan).




Komponen-komponen Pneumatik

Komponen pneumatik beroperasi pada tekanan 8 s.d. 10 bar, tetapi dalam praktik dianjurkan beroperasi pada tekanan 5 s.d. 6 bar untuk penggunaan yang ekonomis.
Beberapa bidang aplikasi di industri yang menggunakan media pneumatik dalam hal penangan material adalah sebagai berikut :
a. Pencekaman benda kerja
b. Penggeseran benda kerja
c. Pengaturan posisi benda kerja
d. Pengaturan arah benda kerja

Penerapan pneumatik secara umum :
a. Pengemasan (packaging)
b. Pemakanan (feeding)
c. Pengukuran (metering)
d. Pengaturan buka dan tutup (door or chute control)
e. Pemindahan material (transfer of materials)
f. Pemutaran dan pembalikan benda kerja (turning and inverting of parts)
g. Pemilahan bahan (sorting of parts)
h. Penyusunan benda kerja (stacking of components)
i. Pencetakan benda kerja (stamping and embosing of components)

Susunan sistem pneumatik adalah sebagai berikut :
a. Catu daya (energi supply)
b. Elemen masukan (sensors)
c. Elemen pengolah (processors)
d. Elemen kerja (actuators)

1.1 Alasan Pemakaian Pneumatik
Persaingan antara peralatan pneumatik dengan peralatan mekanik, hidrolik atau elektrik makin menjadi besar. Dalam penggunaannya sistem pneumatik diutamakan karena beberapa hal yaitu :
a. paling banyak dipertimbangkan untuk beberapa mekanisasi,
b. dapat bertahan lebih baik terhadap keadaan-keadaan tertentu
Sering kali suatu proses tertentu dengan cara pneumatik, berjalan lebih rapi (efisien) dibandingkan dengan cara lainnya. Contoh :
1). Palu-palu bor dan keling pneumatik adalah jauh lebih baik dibandingkan dengan perkakas-perkakas elektrik serupa karena lebih ringan, lebih ada kepastian kerja dan lebih sederhana dalam pelayanan.
2). Pesawat-pesawat pneumatik telah mengambil suatu kedudukan monopoli yang penting pada :
a). rem-rem udara bertekanan untuk mobil angkutan dan gerbong-gerbong kereta api, alat-alat angkat dan alat-alat angkut.
b). pistol-pistol ( alat cat semprot, mesin-mesin peniup kaca, berbagai jenis penyejukan udara, kepala-kepala asah kecepatan tinggi ).

Udara bertekanan memiliki banyak sekali keuntungan, tetapi dengan sendirinya juga terdapat segi-segi yang merugikan atau lebih baik pembatasan-pembatasan pada penggunaannya. Hal-hal yang menguntungkan dari pneumatik pada mekanisasi yang sesuai dengan tujuan sudah diakui oleh cabang-cabang industri yang lebih banyak lagi. Pneumatik mulai digunakan untuk pengendalian maupun penggerakan mesin-mesin dan alat-alat.

1.2 Keuntungan Pemakaian Pneumatik
a. Merupakan media/fluida kerja yang mudah didapat dan mudah diangkut :
1). Udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
2). Saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir, sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik.
3). Udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran melingkar semua pemakai dalam satu perusahaan dapat dilayani udara bertekanan dengan tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang, energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan.

b. Dapat disimpan dengan mudah :
1). Sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik.
2). Pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan.
3). Suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan.

c. Bersih dan kering :
1). Udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor.
2). Udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada pengotoran-pengotoran, bintik minyak dansebagainya.
3). Dalam industri pangan , kayu , kulit dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja.
Sistem pneumatik yang bocor bekerja merugikan dilihat dari sudut ekonomis, tetapi dalam keadaan darurat pekerjaan tetap dapat berlangsung. Tidak terdapat minyak bocoran yang mengganggu seperti pada sistem hidrolik.

d. Tidak peka terhadap suhu
1). Udara bersih ( tanpa uap air ) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada nilai-nilai yang rendah, jauh di bawah titik beku ( masing-masing panas atau dingin ).
2). Udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer.
3). Peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang (cor).

e. Aman terhadap kebakaran dan ledakan
1). Keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan.
2). Dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan.

f. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja
1). Pembawa energi (udara bertekanan) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja.

g. Rasional (menguntungkan)
1). Pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi.
2). Komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik.

h. Kesederhanaan (mudah pemeliharaan)
1). Karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka gangguan.
2). Gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan, pegas, poros sekerup dan roda gigi.
3). Konstruksinya yang sederhana menyebabkan waktu montase (pemasangan) menjadi singkat, kerusakan-kerusakan seringkali dapat direparasi sendiri, yaitu oleh ahli teknik, montir atau operator setempat.
4). Komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.

i. Sifat dapat bergerak
1). Selang-selang elastik memberi kebebasan pindah yang besar sekali dari komponen pneumatik ini.

j. Aman
1). Sama sekali tidak ada bahaya dalam hubungan penggunaan pneumatik, juga tidak jika digunakan dalam ruang-ruang lembab atau di udara luar. Pada alat-alat elektrik ada bahaya hubungan singkat.

k. Dapat dibebani lebih ( tahan pembebanan lebih )
Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti. Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat direm sampai keadaan berhenti tanpa kerugian.
1). Pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti, tetapi tidak akan mengalami kerusakan. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.
2). Suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak.
3). Silinder-silinder gaya tak peka pembebanan lebih dan dengan menggunakan katup-katup khusus maka kecepatan torak dapat disetel tanpa bertingkat.

l. Jaminan bekerja besar
Jaminan bekerja besar dapat diperoleh karena :
1). Peralatan serta komponen bangunannya sangat tahan aus.
2). Peralatan serta komponen pada suhu yang relatif tinggi dapat digunakan sepenuhnya dan tetap demikian.
3). Peralatan pada timbulnya naik turun suhu yang singkat tetap dapat berfungsi.
4). Kebocoran-kebocoran yang mungkin ada tidak mempengaruhi ketentuan bekerjanya suatu instalasi.

m. Biaya pemasangan murah
1). Mengembalikan udara bertekanan yang telah digunakan ke sumbernya (kompresor) tidak perlu dilakukan. Udara bekas dengan segera mengalir keluar ke atmosfir, sehingga tidak diperlukan saluran-saluran balik, hanya saluran masuk saja.
2). Suatu peralatan udara bertekanan dengan kapasitas yang tepat, dapat melayani semua pemakai dalam satu industri. Sebaliknya, pengendalian-pengendalian hidrolik memerlukan sumber energi untuk setiap instalasi tersendiri (motor dan pompa).

n. Pengawasan (kontrol)
1). Pengawasan tekanan kerja dan gaya-gaya atas komponen udara bertekanan yang berfungsi dengan mudah dapat dilaksanakan dengan pengukur-pengukur tekanan (manometer).

o. Fluida kerja cepat
1). Kecepatan-kecepatan udara yang sangat tinggi menjamin bekerjanya elemen-elemen pneumatik dengan cepat. Oleh sebab itu waktu menghidupkan adalah singkat dan perubahan energi menjadi kerja berjalan cepat.
2). Dengan udara mampat orang dapat melaksanakan jumlah perputaran yang tinggi ( Motor Udara ) dan kecepatan-kecepatan piston besar (silinder-silinder kerja ).
3). Udara bertekanan dapat mencapai kecepatan alir sampai 1000 m/min (dibandingkan dengan energi hidrolik sampai 180 m/min ).
4). Dalam silinder pneumatik kecepatan silinder dari 1 sampai 2 m/detik mungkin saja ( dalam pelaksanaan khusus malah sampai 15 m/detik ).
5). Kecepatan sinyal-sinyal kendali pada umumnya terletak antara 40 dan 70 m/detik (2400 sampai 4200 m/min)

p. Dapat diatur tanpa bertingkat
1). Dengan katup pengatur aliran, kecepatan dan gaya dapat diatur tanpa bertingkat mulai dari suatu nilai minimum (ditentukan oleh besarnya silinder) sampai maksimum (tergantung katup pengatur yang digunakan).
2). Tekanan udara dengan sederhana dan kalau dibutuhkan dalam keadaan sedang bekerja dapat disesuaikan dengan keadaan.
3). Beda perkakas rentang tenaga jepitnya dapat disetel dengan memvariasikan tekanan udara tanpa bertingkat dari 0 sampai 6 bar.
4). Tumpuan-tumpuan dapat disetel guna mengatur panjang langkah silinder kerja yang dapat disetel terus-menerus (panjang langkah ini dapat bervariasi sembarang antara kedua kedudukan akhirnya).
5). Perkakas-perkakas pneumatik yang berputar dapat diatur jumlah putaran dan momen putarnya tanpa bertingkat.

q. Ringan sekali
Berat alat-alat pneumatik jauh lebih kecil daripada mesin yang digerakkan elektrik dan perkakas-perkakas konstruksi elektrik (hal ini sangat penting pada perkakas tangan atau perkakas tumbuk). Perbandingan berat (dengan daya yang sama) antara :
• motor pneumatik : motor elektrik = 1 : 8 (sampai 10)
• motor pneumatik : motor frekuensi tinggi = 1 : 3 (sampai 4)

r. Kemungkinan penggunaan lagi (ulang)
Komponen-komponen pneumatik dapat digunakan lagi, misalnya kalau komponen-komponen ini tidak dibutuhkan lagi dalam mesin tua.
r. Konstruksi kokoh
Pada umumnya komponen pneumatik ini dikonstruksikan secara kompak dan kokoh, dan oleh karena itu hampir tidak peka terhadap gangguan dan tahan terhadap perlakuan-perlakuan kasar.

s. Fluida kerja murah
Pengangkut energi (udara) adalah gratis dan dapat diperoleh senantiasa dan dimana saja. Yang harus dipilih adalah suatu kompresor yang tepat untuk keperluan tertentu; jika seandainya kompresor yang dipilih tidak memenuhi syarat, maka segala keuntungan pneumatik tidak ada lagi.

1.3 Kerugian / terbatasnya Pneumatik
a. Ketermampatan (udara).
Udara dapat dimampatkan. Oleh sebab itu adalah tidak mungkin untuk mewujudkan kecepatan-kecepatan piston dan pengisian yang perlahan-lahan dan tetap, tergantung dari bebannya.
Pemecahan :
• kesulitan ini seringkali diberikan dengan mengikutsertakan elemen hidrolik dalam hubungan bersangkutan, tertama pada pengerjaan-pengerjaan cermat ( bor, bubut atau frais ) hal ini merupakan suatu alat bantu yang seringkali digunakan.

b. Gangguan Suara (Bising)
Udara yang ditiup ke luar menyebabkan kebisingan (desisan) mengalir ke luar, terutama dalam ruang-ruang kerja sangat mengganggu.
Pemecahan :
• dengan memberi peredam suara (silincer)

c. Kegerbakan (volatile)
Udara bertekanan sangat gerbak (volatile). Terutama dalam jaringan-jaringan udara bertekanan yang besar dan luas dapat terjadi kebocoran-kebocoran yang banyak, sehingga udara bertekanan mengalir keluar. Oleh karena itu pemakaian udara bertekanan dapat meningkat secara luar biasa dan karenanya harga pokok energi “berguna” sangat tinggi.
Pemecahan :
• dapat dilakukan dengan menggunakan perapat-perapat berkualitas tinggi.

d. Kelembaban udara
Kelembaban udara dalam udara bertekanan pada waktu suhu menurun dan tekanan meningkat dipisahkan sebagai tetesan air (air embun).
Pemecahan :
• penggunaan filter-filter untuk pemisahan air embun (dan juga untuk penyaring kotoran-kotoran).

e. Bahaya pembekuan
Pada waktu pemuaian tiba-tiba (dibelakang pemakai udara bertekanan) dan penurunan suhu yang bertalian dengan pemuaian tiba-tiba ini, dapat terjadi pembentukan es.
Pemecahan :
• Batasi pemuaian udara bertekanan dalam perkakas-perkakas pneumatik.
• Biarkan udara memuai sepenuhnya pada saat diadakan peniupan ke luar.

f. Kehilangan energi dalam bentuk kalor.
Energi kompresi adiabatik dibuang dalam bentuk kalor dalam pendingin antara dan akhir. Kalor ini hilang sama sekali dan kerugian ini hampir tidak dapat dikurangi.

g. Pelumasan udara bertekanan
Oleh karena tidak adanya sistem pelumasan untuk bagian-bagian yang bergerak, maka bahan pelumas ini dimasukkan bersamaan dengan udara yang mengalir, untuk itu bahan pelumas harus dikabutkan dalam udara bertekanan.

h. Gaya tekan terbatas
1). Dengan udara bertekanan hanya dapat dibangkitkan gaya yang terbatas saja. Untuk gaya yang besar, pada tekanan jaringan normal dibutuhkan diameter piston yang besar.
2). Penyerapan energi pada tekanan-tekanan kejutan hidrolik dapat memberi jalan keluar.

i. Ketidakteraturan
Suatu gerakan teratur hampir tidak dapat diwujudkan :
1). Pada pembebanan berganti-ganti
2). Pada kecepatan-kecepatan kecil (kurang dari 0,25 cm/det) dapat timbul ‘stick-slip effect’.

j. Tidak ada sinkronisasi
Menjalankan dua silinder atau lebih paralel sangat sulit dilakukan.

k. Biaya energi tinggi
Biaya produksi udara bertekanan adalah tinggi. Oleh karena itu untuk produksi dan distribusi dibutuhkan peralatan-peralatan khusus. Setidak-tidaknya biaya ini lebih tinggi dibandingkan dengan penggerak elektrik.
Perbandingan biaya ( tergantung dari cara penggerak ) :
• Elektrik : Pneumatik = 1 : 10 (sampai 12)
• Elektrik : Hidrolik = 1 : 8 (sampai 10)
• Elektrik : Tangan = 1 : 400 (sampai 500)

1.4 Pemecahan Kerugian Pneumatik
Pada umumnya, hal-hal yang merugikan dapat dikurangi atau dikompensasi dengan :
a. Peragaman yang cocok dari komponen-komponen maupun alat pneumatik.
b. Pemilihan sebaik mungkin sistem pneumatik yang dibutuhkan.
c. Kombinasi yang sesuai dengan tujuannya dari berbagai sistem penggerakan dan pengendalian (elektrik, pneumatik dan hidrolik).
(Sumber Drs. Sudaryono, VEDC Malang)


sumber 

Monday, 25 August 2014

Terkadang...



Terkadang saya masih suka iri dengan apa yang dimiliki orang lain.
Terkadang saya masih suka menginginkan hal yang bahkan tidak saya butuhkan sama sekali.
Terkadang saya masih suka mengeluh dengan cobaan yang tak seberapa ini.
Terkadang saya masih suka menyia-nyiakan apa yang saya punya.
Terkadang saya masih suka menyakiti hati orang yang menyayangi saya dengan tulus.
Terkadang saya masih suka punya perasaan sombong atas apa yang saya miliki.
Terkadang saya masih suka lebih banyak melihat ke atas saat berjalan sehingga membuat saya tersandung hingga jatuh.

Terkadang semua hal bodoh yang pernah saya lakukan seperti diatas merupakan cerminan diri.
Bahwasanya tak ada manusia yang sempurna. Semua pasti pernah berbuat salah, dan dengan akal dan pikiran yang dianugerahkan Tuhan, saya sewajarnya belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut.

Harusnya saya menjaga, merawat apa yang saya miliki sekarang ini.
Harusnya saya tahu bahwa Tuhan itu memberikan apa yang saya butuhkan, bukan yang saya inginkan.
Harusnya saya paham bahwa cobaan adalah salah satu cara Tuhan untuk mendekatkanku pada-Nya.
Harusnya saya lebih menghargai segala yang saya punya.
Harusnya saya menyayangi mereka yang menyayangiku sepenuh hati.
Harusnya saya berprinsip bahwa sombong tak berlaku pada manusia.
Harusnya saya tetap berjalan ke depan dengan sesekali menunduk kebawah dan menyadari bahwa masih banyak dibawah saya yang menginginkan posisi saya sekarang.

Bahagia itu kuncinya hanya pandai-pandai bersyukur dan mengurangi bahkan menghilangkan keluhan. Semangat!
 

Blog Template by BloggerCandy.com