Pages

Showing posts with label PUISI. Show all posts
Showing posts with label PUISI. Show all posts

Sunday, 26 October 2014

Jalan Yang Kau Pilih



Senyummu masih terbayang di langit-langit kamar
Bahkan tergambar jelas di ruang hati yang samar
Tawamu yang renyah seringkali menggaung di telinga
Ceritakan tentang cinta semu; bagai fiksi belaka

Aku disini sendiri, masih mengemasi sisa-sisa setia
Dan kau tetap kukuh dalam abai yang kian mengemuka
Tentang rindu yang inginkan sosokmu seperti dahulu
Namun kau lebih memilih untuk memerdekakan hatimu
                                                          
Kini mentariku mati
Hati bagai berjalan dalam lorong gelap
Menyusuri tiap derap langkah yang semakin jauh
Satu genggam yang ku angan
Satu peluk yang ku ingin
Damba hanya sebatas pinta; tak memihak kita

Engkau memilih jalan berbeda, pada akhirmya
Ragamu pergi, namun tak benar-benar pergi
Bahkan wangi tubuhmu masih jadi bara cinta
Pastikan dirimu baik-baik saja di sana
Demi aku, wanita yang pernah kau cinta

Sunday, 19 October 2014

Tentang Rindu



Tentang langit yang merindukan bumi,
Namun hanya bisa menatap dari jauh
Terciptalah bulur-bulir rindu yang tak mampu lagi ia bendung
Dan jatuhlah satu per satu membasahi muka kekasihnya

Tentang pesan cinta yang menyerupa tiap embusan angin
Tabahkanlah, pada setiap apa-apa yang membuatmu gundah
Bahwasanya hati akan tetap menemukan jalan kembali
Pada separuh napas dan separuh denyut nadi

Tentang kuasa rindu yang inginkan sua sesegera
Hanyalah doa dan harap yang tulus jadi teman sejati
Bersabarlah, inginmu mungkin sedang ditangguhkan
Menanti kesiapanmu menerimanya secara bertahap

Bersabarlah,
Masa itu pasti akan datang
Tabahkanlah,
Kuatkan hatimu yang meradang
Setialah,
Pada penantianmu yang panjang

Tuhan selalu bersama kita yang mengupayakan kebaikan

Sunday, 22 December 2013

Teruntuk Ibuku Tersayang

Rinduku, padamu
takkan habis dimakan waktu
Sayangku, padamu
akan terus bersemayam dalam kalbu
Senyummu,
Bagai cambuk semangat di hidupku
Dukamu,
adalah hal terburuk yang tak ingin aku mau

Ibu,
Biarkan aku menjadi gadis kecil
yang selalu kau manja
Beri aku kecupan manis yang
dulu selalu ku pinta
Peluk aku dengan hangat dekapmu
yang menenangkan itu
Ajarkan aku bagaimana menjadi
sosok tangguh sepertimu

Memilikimu adalah anugerah terindah
Yang tlah mendidikku tiada kenal lelah
Menjadikanku pribadi pantang menyerah
Walau perjalanan ini terlihat tak mudah

Ibu,
Tiada kata yang sanggup mewakili
Pada segala yang telah engkau beri
Selain terimakasih dari gadis kecilmu ini
Telah memberi hal yang begitu berarti



Aku sayang ibu :)

Wednesday, 6 November 2013

Karena Aku Bukanlah Dia

Tahu apa kalian semua tentang sempurna?
Selain ilusi semu semata
Yang kalian anggap itu hal istimewa

Apapun yang kalian puja
Tak semua berbalik berbuat sama
Jadi untuk apa?
Membiarkan yang biasa saja merasakan lara?
Membuatnya semakin muak dengan dunia?

Ah, kupikir tidak
Setiap hal memiliki sisi istimewa tersendiri
Baik itu kasat mata ataupun tersembunyi
Tapi bukankah yang sulit ditemukan itu lebih menawan?
Bukankah harta yang tersembunyi itu semakin berarti?
Bagaimana tidak? Yang berhak memilikinya hanya ia yang mampu
dan bisa berusaha keras untuk menemukannya

Siapalah aku ini, tuan
Hanya bocah kecil yang sedang melawan arus kenyataan
Mencoba tak acuhkan dunia sekitar
Dan sebisa mugkin tuk menghindar
Dari rasa sakit dan kecewa
Yang tak pernah bisa kuungkap dengan kata
Yang hanya bisa terungkap lewat air mata

Inilah aku,
Ini hidupku,
Takkan kubiarkan orang lain mendikte
dan membandingkanku
dengan siapapun yang mereka mau
Bukankah berbeda itu indah?
Selama kalian mengerti apa itu toleransi

Untuk setiap duka yang kurasa selama ini
Kuucap terima kasih karena telah kalian beri
Kan slalu kuingat pesan ummi
Bahwa senyum harus tetap bersemayam di sini; di dalam hati
apapun yang telah dan akan terjadi
 
Seperti pohon yang akan terus tumbuh
Ku tetap bertahan walau hujan badai harus kutempuh
Takkan ku menyerah
Hingga saatnya nanti nanti kan kutunjukkan
bahwa aku bukanlah sosok yang lemah

Thursday, 5 September 2013

Solitude oleh Ella Wheeler Wilcox

"Tertawalah, maka dunia akan tertawa bersamamu;
Menangislah, maka kau akan menangis sendiri;
Karena bumi yang tua dan sedih harus meminjam kegembiraan,
Tetapi memiliki masalahnya sendiri.
Bernyanyilah dan bukit-bukit akan menjawab;
Mengeluhlah, maka keluhmu akan lenyap di udara;
Gema mengelilingi suara bahagia,
Tetapi bersembunyi dari suara yang peduli.

"Bersukacitalah, dan manusia akan mencarimu;
Bersedihlah, maka mereka akan berbalik dan meninggalkanmu;
Mereka menginginkan semua kesenanganmu,
Tetapi mereka tidak membutuhkan kesedihanmu.
Berbahagialah dan kau akan mendapatkan banyak teman;
Bersedihlah, maka kau akan kehilangan mereka semua
Tidak ada yang menolak anggur kebahagiaanmu
Tetapi kau harus meneguk kesedihan hidup sendiri.

"Berpestalah, maka rumahmu akan dipadati;
Berpuasalah, maka dunia akan berlalu.
Raihlah kesuksesan dan berbagilah, dan kau akan terus hidup,
Tetapi tidak ada seorangpun yang bisa membantu mati.
Ada ruang dalam rumah-rumah kesenangan;
Untuk sebuah kereta yang besar dan mulia,
Kita harus berbaris satu per satu
Melalui lorong kepedihan yang sempit."


Thursday, 25 July 2013

Usai Sudah

Ada yang hilang tiba-tiba
Ketika hendak kusapa semesta
Baru kusadari ada sekeping hati tengah merana
Lelah menantiku untuk menindaklanjuti kita
Yang terabai dan kubiarkan usang begitu saja

Maafkan aku, sayang
Tak bisa peka pada apa yang kamu rasa
Seringkali tinggikan ego hingga buatmu sukar menerka
Semua tentang kita; tak ada maksud untuk ku berpura-pura
Hanya saja aku gamang, serasa acuh semakin terkikis masa

Bagaikan seonggok duri bersemayam di hati
Manakala pejamku tak bisa hadirkan sosokmu dalam mimpi
pada ragamu aku tertambat, tetapi untuk hati aku masih mencari
Meski perpisahan bukanlah yang kuingini, namun inilah yang terjadi

Tak baik menyesali apa yang tlah kita putuskan
Semuanya akan baik-baik saja
Tak ada hal yang sia-sia
Jika kau benar-benar memaknai arti kehilangan

Perihal senyummu,
Kau terlihat begitu menawan, tuan
Sayang aku bukan alasan terbaik untuk kau genggam
Jadikan saja aku cerita lampau untuk kau kenang

inginku, inginmu sejalan
namun sulit beriringan
dambamu, dambaku satu
namun enggan berpadu


Pergilah sayang,
Bebaskan hatimu dari belenggu sendu
Temukan bahagia yang memang pantas kau dapatkan
Enyahlah duka yang mengusik benakmu
Carilah damai yang tlah lama kau impikan

Segalanya diantara kita; kamu dan aku.
Anggaplah itu kenangan manis, meski itu
semua hal yang sepahit-pahitnya pernah
terjadi. — @falleninhope

Terlepas hujan tercurah, dalam peliknya hati yang buncah
Izinkan sejenak aku merebah, tuk katakan aku menyerah
Segala tentang kita kaku; tak bercelah, dan kita maknai sebagai lelah

Hingga pada akhirnya kita hanya akan jadi cerita
Tentang kita yang mungkin akan melupa rasa
Seiring hujan reda, keringkan jejakmu yang menuai luka
Beranjaklah dari singgasana duka, genggam dunia dan tertawalah bersamanya

*Dariku, yang sempat berbagi rasa denganmu 217 hari yang lalu

Wednesday, 12 June 2013

My Beloved XII EIB '13 class

Kebersamaan yang terjalin
Tumbuhkan ikatan jiwa dan batin
Setiap detik yang terlewati
Adalah kenangan kita yang berarti

 Jauh bukan berati tak acuh
Kala jarak tak harus mengelak



Kenanglah kawan,
Kita bagaikan sapu lidi yang terikat
Walau sering berbeda pendapat
Tapi kami 'kan tetap satu mufakat

Meskipun pada akhirnya
Putih abu-abu hanya akan jadi cerita
Tapi jangan ragu tuk teriakkan pada dunia
Bahwa 'KITA UNTUK SELAMANYA'


#akutresnokarokowecahEIB :*

Saturday, 8 June 2013

Aku dan Rasaku

 Kisah ini terlalu cengeng saat ku katakan
Perasaan ini terlalu takut untuk ku ungkapkan
Langkah kaki terlalu gontai untuk menghindari
Logika ini terlalu sakit untuk terus memahami


Maka biarkan sejenak ku goreskan jejak hidupku disini
Merenungi sajak-sajak cinta nan penuh elegi
Lupakan segala hal tentangmu dan abaikan
Walau terkadang waktu harus ku paksa untuk mengizinkan

Di tempat inilah aku bertahan dan menepi
Habiskan waktuku tuk temukan hal berarti
Hingga suatu saat kau kan sadari
Akulah perasaan tulus yang tak termiliki



dedicated to: W.R.P.
 

Blog Template by BloggerCandy.com